Islam sangat mendukung ASI lho ;)

Kemaren baca^^ buku Abi dan dapet kisah yang sangat menarik dari Umar bin Khatab.. Ternyata Islam  sangat perhatian lho terhadap terhadap hak anak untuk mendapatkan ASI.. Selain tentunya dah pada tau kan tentang ayat di Al Qur’an yang memerintahkan kepada para ibu untuk menyusui anaknya sampai umur 2 tahun.

“Para ibu hendaklah menyusukan anak-anaknya selama dua tahun penuh, yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan. Dan kewajiban ayah memberi makan dan pakaian kepada para ibu dengan cara yang makruf. Seseorang tidak dibebani melainkan menurut kadar kesanggupannya. Janganlah seorang ibu menderita kesengsaraan karena anaknya dan juga seorang ayah karena anaknya, dan waris pun berkewajiban demikian. Apabila keduanya ingin menyapih (sebelum dua tahun) dengan kerelaan keduanya dan permusyawaratan, maka tidak ada dosa atas keduanya. Dan jika kamu ingin anakmu disusukan oleh orang lain, maka tidak ada dosa bagimu apabila kamu memberikan pembayaran menurut yang patut. Bertakwalah kepada Allah dan ketahuilah bahwa Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan. (Q.S Al- Baqoroh 2: 233)

Dalam tulisan kali ini ad, mo bagi kisah menarik lainnya yang menunjukkan perhatian Islam pada ASI..

Kisah ini ad kutip dari salah satu kisah di kumpulan kisah nyata yang dikutip dari buku Abi tadi, detailnya buku tersebut adalah “Potret Kehidupan Para Salaf, Keteladanan Para Sahabat dan Tabi’in dalam Kehidupan Sehari-hari”, karangan Dr. Musthafa Abdul Wahid, terbitan Pustaka At Tibyan, tepatnya kalau ada yang mau cari di halaman 13-15.

Pada salah satu kisah tersebut ada kisah tentang Umar yang melarang tergesa-gesa menyapih (tidak lagi memberikan ASI) kepada anak kita. Berikut kisahnya yang Ad kutip langsung tanpa diedit sama sekali *kecuali mungkin ada salah ketik :)* dari buku tersebut.. Semoga bisa diambil manfaatnya dan menyadarkan kita betapa pentingnya pemberian ASI pada anak kita :D

Diriwayatkan Ibnu Sa’ad dalam Thabaqat, dari Ibnu Umar, ia berkata:”Telah tiba rombongan pedagang dan mereka bermalam di lapangan tempat shalat Ied, maka Umar berkata kepada Abdurrahman bin Auf: “Mauhkan anda menjaga mereka malam ini dari pencuri?” kemudian keduanya menjaga mereka lalu keduanya menunaikan shalat sebagaimana telah diwajibkan atas keduanya. Kemudian Umar mendengar tangis anak kecil, maka beliau segera menghapirinya dan berkata pada ibunya: “Takutlah kepada Allah dan berbuat baik pada anakmu!” kemudian Umar kembali ke tempat semula. Namun terdengar lagi tangis anak tersebut, dan untuk kedua kalinya beliau menghampirinya dan mengatakan sebagaimana ang beliau katakan pertama, masih saja beliau mendengar tangis bayi tersebut, maka untuk kesekian kalinya beliau menghampiri ibunya dan berkata: “Celaka engkau, akur rasa engkau ibu yang tidak baik! Mengapa aku tidak melihat anakmu merasa tenang sepanjang malam?”

Ibu: “Hai hamba Allah, engaku memarahiku sejak kemarin malam. Sesungguhnya aku ingin menyapihnya namun, anakku tidak mau.”
Umar: “Mengapa engkau segera ingin menyapihnya?”
Ibu: “Karena Umar tidak memberikan santunan melainkan bagi anak yang telah disapih.”
Umar: “Berapa umur anakmu?”
Ibu: “Sekian bulan.”
Umar: “Duhai celaka, janganlah engkau tergesa-gesa untuk menyapihnya.”

Kemudian Umar melakukan shalat shubuh. Bacaannya tidak jelas didengar oleh makmum di belakangnya karena tangisnya. Setelah salam ia berkata pada dirinya sendiri: “Celaka wahai Umar berapa banyak anak-anak kaum muslimin yang engkau bunuh?”

Kemudian Umar memerintahkan seseorang untuk mengumumkan “Janganlah kalian tergesa-gesa untuk menyapih anak-anak kalian (karena ingin segera mendapatkan santunan) karena aku (Umar) akan memeberikan santunan kepada setiap anak yang lahir.” Pengumuman itupun ditulis di seluruh pelosok.

Ini bukanlah mimpi atau pun dongeng yang direkayasa namun realita yang disaksikan manusia pada saat itu, tatkala dunia di bawah naungan Islam beserta keadilannya, cahaya bersinar di seluruh penjuru negeri dimana bangsa Arab tatkala jahiliyah saling menzhalimi satu sama lain, yang kuat memangsa yang lemah. Akhirnya mereka saksikan seorang hakim yang adil seperti Umar, yang mana manusia tidak mengenal lagi setelah Rasulullah Sallallahi ‘alaihi wasallam dan sahabat Abu Bakar Ash-Shidiq orang yang lebih bertakwa dan lebih adil dari Umar.

Seorang pemimpin yang khawatir kalau dagangan orang lain dicuri orang, akhirnya isa sendiri yang menjaganya dengan sahabatnya yang kaya raya, yakni Abdurrahman bin Auf.

Pemimpin yang terharu mendengar tangisan seorang bayi, merasa berkewajiban menahan tangisnya dan ingin melenyapkan apa yang mengganggu ketenangan tidurnya. Maka tatkala Umar mengetahui bahwasanya itu bagian dari tanggungjawabnya, semakin dalam luka hatinya, hingga beliau menangis tatkala sholat, ingat akan hari di mana ia akan mempertanggungjawabkan di hadapan Allah Subhana Wata’ala.

Kemudian beliau merasa risau dan takut akan akibat keputusannya yang telah lalu, yakni agar tidak memberikan santunan melainkan bagi anak yang telah disapih. Beliau tidak tahu berapa banyak anak yang menghadapi bahaya karena disapih terlalu dini oleh ibunya kerena demi mendapatkan santunan. Berapa banyak sudah anak yang dicerai dari susuan ibunya pada saat masih usia menyusui, sehingga meledaklah tangisan si anak, sedangkan ibunya bersikukuh untuk menyapihnya agar dapat mecatatkan drinya ke petugas santunan.

“Celaka wahai Umar, berapa banyak anak kaum muslimin yang engkau bunuh.” Sungguh ini adalah ungkapan yang muncul dari perasaan yang peka dan hati yang tulus serta cepatnya beliau memperbaiki kesalahannya setiap beliau mengetahuinya.

Tangis anak kecil tersebut menggetarkan hari Umar, sehingga beliau mencabut peraturan yang telah lalu, kemudia memberikan santunan kepada setiap bayi yang dilahirkan orang Islam untuk menjaga hak anak untuk mendapatkan susuan ibunya, agar tidak tergesa-gesa disapih.

Sebelum dunia mengenal slogan hak asasi bagi anak, sebelum peraturan tersebut ditetapkan sebagai peraturan internasional, Umar telah terlebih dahulu memproklamirkan hak tersebut, karena anak-anak yang sehat adalah masa depan bagi generasi yang sehat. Hal ini mendorong Umar untuk tidak membiarkan sakit anak-anak kaum muslimin.

Cara Menyimpan ASI Perah

Setelah cara mandi, sekarang saya mo nyoba nulis cara menyimpan ASI perah.. Maklum, calon ibu baru, rada grogi, takut ga bisa.. Jadi smua dipelajari dulu trus disimpulkan di sini buat manualnya.. Biar ntar tambah pede waktu prakteknya.. hehe ;)

Persiapan

  • Wadah penyimpanan ASIP
  • Dapet di webnya AIMI, wadah buat nyimpen ASIP bisa :
    - Botol atau jenis wadah lainnya yang terbuat dari kaca (beling) dengan tutup yang rapat
    - Botol atau wadah plastik dengan permukaan yang keras (jenis yang tembus pandang dan tidak buram) dan mempunyai tutup yang rapat
    - Kantong plastik khusus untuk menyimpan ASIP
    - Kantong plastik makanan dengan label ”food grade”
    Wadah ini sebaiknya ukurannya pas untuk sekali minumnya bayi *jadi jangan terlalu gede juga*..
    Dari baca^^ milis dan baca^^ blog pengalaman ibu^^ lain *maaf ga bisa disebut satu^^*, saya nyimpulin untuk make botol UC1000 aja.. Soalnya di Palembang bingung nyari botolnya, ga kaya di Jakarta, ada klinik laktasi, ato bisa beli di pasar Pramuka.. Lagian kalo dipikir^^ skalian isinya bisa buat abinya

  • sabun cuci botol
  • sikat cuci botol
  • Bisa pake sikat botol.. Ato sikat gigi kalo ga muat sikat botolnya.. Yang penting bisa menjangkau seluruh sudut botol..

  • sterilizer ato panci buat ngerebus
  • tempat botol bersih yg tertutup

Mensterilkan Botol

- Cuci bagian luar botol dengan spon dan sabun cuci botol *kaya cuci piring biasa*
- Cuci bagian dalam botol dengan sikat dan sabun cuci botol.. Kalo ada kerak^^ ASIP tuang dulu air panas ke botolnya, masukin sabun, trus disikat.. trus dikocok2… Kalo keraknya susah ilang, campur air panas dengan kucuran jeruk nipis.. Setelah itu bilas sampai ga berbau sabun…
- Rebus botol pada air mendidih.. Biarkan selama 5 menit.. Ato kalo pake sterilizer, masukkan ke alatnya..
- Simpan dalam tempat botol bersih yg tertutup dalam keadaan terbalik.. *ga usah dilap, ntar jadi ga steril lagi*

Naa… kalo uda ntar tinggal dipake dee kalo mo meres ASI ;)
jangan lupa cuci tangan dulu yaa sebelum meres.. ;)

Cara Memandikan Bayi

Bentar lagi dedeknya dah mo lahir niy :D Harus dah siap gimana cara ngerawatnya.. Mulai dari cara inisiasi menyusui dini, cara nyusuin, *dah niat banget pengen IMD + ASI eksklusif 6 bulan*, cara ngegendong, cara mandiin, dll, smua dah dibaca.. Tapi kok rasanya masih rada serem ngebayangin mandiin babyku yang masih kecil banget.. Abis ga pernah ngasuh baby siy.. Kalo ada sodara ngelahirin juga ga berani ngegendongnya kalo masih kecil banget gitu.. ;)

Tapi untuk anak sendiri harus bisa dunk :D *dengan semangat 45*.. So rencananya tulisan ini bakal diprint buat contekan pas awal^^ ntar :D Tulisan ini juga hasil belajar dari blog^^ dan web^^ lain *makasi buat smua yang uda berbagi info*.. Doakan saya ;D

Persiapan

Sebelom mulai mandi siapin dulu :
- Perlak
- Air hangat dalam bak mandi bayi setinggi kira^^ 7,5 cm dari dasar bak.. Tapi jangan panas^^ banget.. Untuk bayi 0 - 2 bulan kira^^ suhunya 40°C, lalu berangsur turunkan suhu sampai 27°C kalo usia bayi uda lebih dari 2 bulan.
- Air hangat dengan suhu yang sama dalam baskom..
- Peralatan mandi bayi, yaitu sabun bayi, sampo bayi *seminggu sekali aja pakenya*, kapas bulet, dan cotton buds..
- Kasa steril dan alkohol 70% kalo pusernya belum puput
- Handuk *dilebarin di atas tempat tidur*
- Baju dan popok bersih *disiapin dalam posisi yang pas untuk dipakein ke bayi*
- Sisir

Mulai dee..

- Tidurkan bayi di atas perlak..
- Bersihkan kedua matanya dengan kapas bulat yang uda dicelupin ke baskom air hangat.. Usap mata dari bagian luar ke bagian dalam *ke arah hidung*.. Gunakan kapas yang berbeda untuk tiap mata..
- Bersihkan hidung bayi dengan cotton buds yang juga dicelupin dulu ke baskom air hangat.. Gunakan sisi cotton buds yang berbeda untuk masing-masing lubang hidung.. Bersihinnnya hati-hati, pelan^^ aja, jangan masukin cotton buds terlalu dalam..
- Bersihkan juga daun telinga bayi dengan cotton buds yang juga dicelupin dulu ke baskom air hangat.. Bersihkan bagian luar telinganya aja, jangan dimasukin ke dalam lubang telinga..
- Bersihkan muka bayi dengan cara mengusapnya dengan lembut menggunakan waslap yang dicelupin dulu ke baskom air hangat..
- Buka baju dan popok bayi..
- Bersihkan alat kelamin dengan kapas bulet yang uda dicelupin ke baskom air hangat.. Bersihkan mulai dari bagian depan ke belakang.. Untuk bayi laki-laki, bagian kulupnya ditarik dan dibersihkan pakai sabun, karena banyak sisa-sisa kencing..
- Masukkan waslap yang tadi dipakai untuk mengusap muka bayi ke dalam baskom air hangat.. Pegang bagian punggung dan leher bayi dengan telapak tangan kiri sementara ibu jari dan telunjuk menutup telinga kanan dan kiri si bayi agar tak kemasukan air. Dengan tangan kanan, gunakan waslap tadi untuk membasuh kepala bayi.. Tuang sedikit sampo ke rambutnya, lalu keramasi dengan lembut *dengan tangan.. waslap kembalikan ke baskom*. Hati-hati terhadap ubun-ubunnya yang masih sangat lembut.. Juga jaga jangan sampe samponya kena matanya.. Setelah rata *kaya masak aja :P* bilas menggunakan waslap tadi *poin ini dilakukan seminggu sekali*
- Bersihkan waslap tadi *atau ambil waslap lain*.. Masukkan dalam baskom air hangat.. Lalu usapkan pada seluruh tubuh baby.. Kemudian sabuni tubuh bayi dengan tangan.. Mula^^ bagian depannya dulu.. *Tali puser yang belum puput gapapa terkena air ato sabun*..
- Pelan-pelan lepaskan telapak tangan dari leher bayi.. Lalu miringkan badannya ke kiri dan kanan untuk menyabuni bagian belakang tubuhnya.. Kemudian sabuni pula tangan dan kakinya.. Perhatikan daerah^^ lipatan kaki, paha, tangan serta lehernya..
- Setelah smua tubuh bayi disabuni, bilas dengan waslap tadi..
- Setelah itu angkat si bayi.. Masukkan ke dalam bak mandinya.. Sangga punggung dan lehernya dengan lengan kiri sementara telapak tangan menyangga ketiak kirinya.. Lakukan bilasan terakhir dengan membasuh seluruh tubuhnya, dimulai dari bagian kepala.. Jangan lama-lama agar bayi tak kedinginan.
- Setelah ga ada lagi bekas busa sabun dan sampo, angkat bayi dan letakkan di tengah-tengah handuk yang uda disiapin.. Keringkan tubuh bayi dengan cara menekan-nekankan handuk dengan lembut ke tubuhnya..
- Pindahkan bayi ke susunan pakaiannya.. Kalo tali puser belum puput, bersihkan tali puser dengan kasa steril yang sudah dicelup dalam alkohol 70%.. Gunakan cotton buds yang juga telah dibasahi alkohol 70 persen bila terdapat kerak di pinggiran pusar maupun kotoran di bagian dalamnya..
- Pakein baju dan popoknya..
- Sisir rambutnya..
Waaa.. babynya dah wangi dan bersih :D

Tips Tambahan

- Mandikan bayi 2x sehari.. Sekitar pukul 7 pagi dan pukul 4 sore..
- Lakukan kegiatan mandi dengan lembut sambil sedikit bercanda atau bercerita dengan bayi, sehingga bayi merasa nyaman.
- Biarkan tali pusar dalam keadaan terbuka *untuk bayi yg belum puput tali pusarnya*, tak usah dibungkus-bungkus, kecuali infeksi.. Jadi, ga usah dipakein bedak, abu gosok, dikunyahin sirih, dsb, karena malah bisa jadi tetanus dan sarang kuman. Penggunaan antiseptik juga ga dianjurkan, karena ada kandungan yodium..

Ubah format tanggal dan uang dalam format Indonesia dengan Ruby

Berhubung lagi heboh 100th Kebangkitan Nasional *padahal ga nyambung*.. dan berhubung aku termasuk orang yang sangat mencintai bahasa indonesia *alasan karena ga bisa bahasa inggris*.. Jadi aplikasi yang lagi kubuat ditulis dalam bahasa Indonesia :D .. So, format tanggal ma uangnya juga harus diubah ke Bahasa Indonesia dunk.. Yaa.. walopun rada repot gapapa dee.. daripada pusing mikirin harga *coklat* yg naek terus *apa hubungannya yaa?? :P*

Naa… ini contekannya untuk mengubah format tanggal dan uang dalam format Indonesia…

Kita akan mengubah tanggal ke bentuk “7 April 2007″ dengan masukan type Date atau Time
def to_tanggal(mydate)
@tanggal = mydate.strftime(”%d”)
.to_i
@namabulan = ["Januari", "February", "Maret", "April", "Mei", "Juni", "Juli", "Agustus", "September", "Oktober", "November", "Desember"]
@bulan = @namabulan[mydate.strftime("%m").to_i]
@tahun = mydate.strftime(”%Y”)
“#{@tanggal} #{@bulan} #{@tahun}”
end

Untuk uang, karena uang sen da ga ada lagi, jadi hasilnya akan jadi “Rp 987.654.321″ ga pake koma^^..
def to_rupiah(uang)
@strUang = uang.to_i.abs.to_s.reverse
@panjang = @strUang.size
@hasil = ”
1.upto(@panjang) {|i|
@hasil << @strUang[i-1].chr
@hasil << ‘.’ if i%3 == 0 && i < @panjang
}
uang<0 ? “- Rp #{@hasil.reverse}” : “Rp #{@hasil.reverse}”
end

Demikian.. smoga bermanfaat ;)

Perintah HTML dengan Ruby on Rails

Ruby on Rails memiliki fasilitas untuk mempermudah kita membuat tampilan web yang biasanya menggunakan format HTML. Dengan fasilitas pada modul ActionView::Helpers::FormHelper dan ActionView::Helpers::FormTagHelper, kita bisa men-generate format HTML.

LABEL : label(object_name, method, text = nil, options = {})
Option di sini bisa diisi dengan atribut^^ yg dimiliki oleh label HTML, seperti class, style, id, dll

Ruby Code Result in HTML
label(:post, :title) <label for="post_title">Title</label>
label(:post, :title, "A short title", :class => "title_label") <label for="post_title" class="title_label">A short title</label>

TEXT BOX : text_field(object_name, method, options = {})
Option di sini bisa diisi dengan atribut^^ yg dimiliki oleh text input HTML, seperti size, maxlength, disabled, onchange, dll

Ruby Code Result in HTML
text_field(:snippet, :code, :size => 20, :class => 'code_input') <input type="text" id="snippet_code" name="snippet[code]” size=”20″ value=”#{@snippet.code}” class=”code_input” />
text_field(:session, :user, :onchange => "if $('session[user]‘).value == ‘admin’ { alert(’Anda tidak dapat login sebagai admin!’); }”) <input type="text" id="session_user" name="session[user]” value=”#{@session.user}” onchange = “if $(’session[user]‘).value == ‘admin’ { alert(’Anda tidak dapat login sebagai admin!’); }”/>

TEXT AREA : text_area(object_name, method, options = {})
Option di sini bisa diisi dengan atribut^^ yg dimiliki oleh text area pada HTML, seperti class, rows, cols, disabled, dll.. Tapi bisa juga diisi dengan size => “axb” yang berarti cols=a dan rows=b

Ruby Code Result in HTML
text_area(:application, :notes, :cols => 40, :rows => 15, :class => 'app_input') <textarea cols="40" rows="15" id="application_notes" name="application[notes]” class=”app_input”>#{@application.notes}</textarea>
text_area(:entry, :body, :size => "20x30", :disabled => 'disabled') <textarea cols="20" rows="30" id="entry_body" name="entry[body]” disabled=”disabled”>{@entry.body}</textarea>

CHECK BOX : check_box(object_name, method, options = {}, checked_value = "1", unchecked_value = "0")
Format HTML standar hanya memperbolehkan mengirim nilai jika check box di-cek, sementara dengan ruby kita bisa mengirim nilai jika check box tidak di-cek melalui fasilitas unchecked_value.. Nilai ini dikirim melalui hidden field.
Sama seperti di atas, option bisa diisi dengan atribut^^ yg dimiliki oleh text input HTML

Ruby Code Result in HTML
Mis. @post.validated = 1 check_box("post", "validated") <input type="checkbox" id="post_validate" name="post[validated]” value=”1″ checked=”checked” />
<input name=”post[validated]” type=”hidden” value=”0″ />
check_box("puppy", "gooddog", {}, "yes", "no") <input type="checkbox" id="puppy_gooddog" name="puppy[gooddog]” value=”yes” />
<input name=”puppy[gooddog]” type=”hidden” value=”no” />

Sgitu dulu yaa.. ntar lainnya nyusul ;)

Daftar Perlengkapan Bayi versi Adhe

Nyiapin perlengkapan baby ternyata heboh juga.. Banyak banget yang harus disiapin.. Apalagi kalo anak pertama trus ga dapet warisan karena kakak adek blom ada yg nikah *lho.. kayanya itu aku :P*.. Sbagai ibu baru, pasti bawaannya smua pengen dibeli, ga pengen anaknya kekurangan apapun.. Tapi di sisi laen, wah.. mahal banget boo kalo smua mo dibeli.. :P

Nah, ternyata.. setelah tanya^^ ma om google *makasi buat yang dah nulis^^ di blog ato web tentang ini*, ternyata banyak perlengkapan bayi yg sebenernya ga perlu.. Malah banyak juga yg cuma tradisi dan sebenernya ga baik untuk bayinya.. So, selain bisa lebih hemat, bisa nabung buat keperluan lain, ngapain juga beli yang mubazir ato malah ga baik buat bayi kita :D

Ini kesimpulanku mengenai daftar perlengkapan yg harus disiapin buat calon bayi imut yang akan lahir ntar lagi ;)

Pakaian

- baju lengan panjang 3bh
- baju lengan pendek 6bh
- baju tanpa lengan 6bh
Baju belinya jangan banyak^^, soalnya bayi cepet gede.. trus pengalaman orang^^ biasanya ntar banyak yg ngasih ;) Masalah jumlah ga harus kaya yg di atas, tapi disesuaiin ma kondisi tempat tinggal.. Kalo di daerah dingin sebaiknya banyakin yg lengan panjang.. Trus untuk bahannya pilih yg mudah menyerap keringat.. Bisa katun atau bahan kaus yang halus dan tidak tebal..
- cawat 2 lsn
- celana panjang 6 bh
- celana pop 1 lsn
- popok skali pakai dikit aja buat persediaan
Karena aku niatnya ga mau sering^^ makein popok skali pakai, jadi cawat & celana rada banyak dan popok skali pakainya dikit.. Buat yg ga mo repot, mo makein popok skali pakai aja tiap hari, jumlahnya bisa disesuaiin..
- sarung tangan dan sarung kaki 4 pasang
Sarung tangan dan sarung kaki ga usah dipakein terus.. Kalo bayi kedinginan aja, misalnya pas abis mandi dipakein 1-2jam, abis itu dilepas.. Jadi ga usah terlalu banyak belinya.. Lagian kalo udah lebih dari 1 bulan, bayi tidak dianjurkan lagi make sarung tangan..

Perlengkapan Mandi

- baskom mandi bayi
Pilih yg rada gede biar bisa dipake lebih lama.. Trus kalo bisa yang alasnya terbuat dari karet biar ga licin..
- penyangga mandi bayi
Ini penting terutama buat yg ga biasa mandiin bayi, khususnya bayi yg baru lahir *kaya kenal orangnya :P*
- handuk 2 bh
- waslap 4 bh
- sabun bayi dan sampo bayi
- sisir bayi
- alkohol 70% dan kasa steril
untuk bersihin tali pusar swaktu belom lepas
- kapas bulat dan cotton buds
- minyak telon
- Kasur kecil + perlak buat alas abis mandi

Perlengkapan Bobo

- box bayi + kelambu
ada banyak pendapat niy tentang box bayi.. Ada yg bilang perlu, ada yg bilang mubazir.. Kalo menurutku, kalo ada budgetnya mending beli aja, soalnya ummi ma abinya kalo bobo sama^^ ga bisa diem ;)
Trus belinya yg rada gede biar bisa dipake lamaan..

- Kasur + guling *katanya lebih bagus kalo bayi tidur ga pake bantal*
Kasur jangan terlalu empuk karena berpengaruh buruk bagi pembentukan tulang belakang.. Lebih baik pilih jenis kasur per aja..
- Sprai dan sarung guling 2 set
Pilih yg berbahan katun karena lebih nyaman dan tidak panas
- Perlak yang rada gede buat di box
- kain kaya buat bedong untuk alas ompol *alas di atas perlak* 2 lsn
Rencananya mo beli bahan aja terus jait sendiri biar ukurannya bisa disesuaiin..
- Selimut
Hindari selimut berbahan quilt *campuran katun & wol* karena terlalu panas.. Sebaiknya pilih yg berbahan katun.. Dan disarankan selimut yg berrongga untuk antisipasi bila wajah bayi tertutup selimut, sirkulasi udara tetap terjaga..

Lain-Lain

- Tas bayi
Kalo bisa yang bahan parasut dan ada matrasnya
- selimut tutup kepala
- stroller
Pilih yang ada sabuk pengamannya dan berukuran besar, agar bisa dipakai lebih lama *sampe usia satu tahunan*.. Trus kalo bisa pilih yg kemiringannya bisa diatur..
- gunting kuku bayi
Soalnya kuku bayi cepet banget panjangnya.. Biasanya perlu digunting 2xsehari
- gendongan
- termometer
- gurita ibu

Ada yg bingung ga knapa ga dipakein gurita ma bedong? Trus kok ga pake bedak, baby oil, baby lotion, dan teman^^nya?? Nah, ini yg kaya dibilang di awal sebenernya ga perlu.. Untuk lebih jelasnya tentang barang^^ ini, insyaAllah ntar diposting lagi ;)

smoga bermanfaat ;)

satu form dengan dua button

Dari kemaren bingung gimana buat 2 button */lebih* dalam satu form dengan ruby.. Coba pake “button_to” kaya gini :
<% form_tag :action => 'list' do %>
<label for=”jurnal_jenis”>Jenis</label>
<%= select(’jurnal’, ‘jenis’, [ "Jurnal Umum", "Jurnal Penyesuaian", "Jurnal Penutup", "Jurnal Koreksi"] ) %>
<%= submit_tag “Cari” %>
<%= button_to “Buat Jurnal”, :action => “new” %>
<% end %>

Tapi button “Buat Jurnal” malah masuk ke “list”, bukan “new”.. Karena dia ngambil action dari form yang terluar *ga tau tuu knapa gitu*
Coba “button_to”nya dikeluarin, bisa masuk ke “new, tapi inputan optionnya user ga keambil.. :(

Dan setelah berbingung^^ ria, coba^^, trus tanya^^ di milis ruby indonesia, akhirnya dapet juga jawabannya.. ternyata pake javascript aja.. Jadi gini :
<script type="text/javascript">
function klik()
{
document.formpencarian.action = “/jurnal/new”;
document.formpencarian.submit();
}
</script>
<form id=”formpencarian” action=”/jurnal/list” method=”post”>
<label for=”jurnal_jenis”>Jenis</label>
<%= select(’jurnal’, ‘jenis’, [ "Jurnal Umum", "Jurnal Penyesuaian", "Jurnal Penutup", "Jurnal Koreksi"] ) %>
<%= submit_tag “Cari” %>
<%= button_to_function “Buat Jurnal”, “klik()” %>
</form>

BERHASIL.. HOREE!! :D :D

Trus dapet masukan baru juga dari milis.. Bahwa setiap value/display pada button *dari helper submit_tag* dalam form akan dikirim saat form disubmit, dan tersedia dengan key “commit” pada hash “params”.
Sehingga <% button_to “button1″ %> menyebabkan “params[:commit]” akan memiliki value “button1″.
Dan <% button_to “button2″ %> menyebabkan “params[:commit]” akan memiliki value “button2″, dst..
Tapi ga ngerti.. knapa ga berhasil^^ yaa nyoba manfaatin cara ini?? “params[:commit]” tetep ga ada isi… :(
*kata orang siy bagus kalo masih bingung, brarti masih harus banyak belajar lagi.. hehehe*

Serunya yang mo jadi ummi.. ;)

Tinggal 2 bulan lagi, insyaAllah dedeknya lahir.. *doain yaa biar dedeknya sehat dan bisa lahiran normal :D* Seru banget ternyata mempersiapkan saat^^ itu datang.. Apalagi buat calon ibu baru yg ga banyak tau tentang baby kayak aku..

Bingung juga kadang^^ baca^^ artikel, blog, ato milis tentang baby.. Kadang satu bilang ini, satu bilang itu.. Yang mana yang bener?? Blom lagi tanggapan^^ dari ortu ato sodara^^ yang kadang cuma brupa mitos^^.. Kalo bener siy gapapa, ato setidaknya ga berpengaruh buruk lha, walopun juga ga berpengaruh baik… Nah ini, tiba^^ aja mama bilang, “ada yg bilang makan telor mentah biar gampang lahiran normal”.. Lho?? Lho?? bukannya ibu hamil justru dilarang makan makanan yg kurang mateng?? Makan sate aja harus dimatengin banget.. Malah disuruh makan yg mentah.. Blom lagi, pernah baca kalo telor mentah itu sebenernya lebih sulit dicerna tubuh, jadi sebenernya bagusan telor masak..

Harus belajar jadi ummi yang cerdas niy.. Mencerna sgala masukan^^ bener ato nggak.. Apalagi ntar kalo babynya dah lahir.. Pasti makin banyak aja masukan dari orang^^.. Mana sekarang tenaga kesehatan yang seharusnya jadi kepercayaan bagi yg awam masalah kaya gini juga udah banyak yang bisa dibayar untuk mendukung suatu produk.. Contoh nyatanya masalah susu.. Udah jelas^^ ASI itu paling baik untuk bayi.. Tapi ada aja dokter yg menganjurkan pake susu formula, langsung pake sebut merk kali.. ckckck.. Miris juga waktu pernah baca di koran ada ibu sampe nyuri susu bayi di supermarket karena ga punya duit.. Padahal Allah dah nyiptain ASI yang terbaik buat bayi dg gratis..

Alhamdulillah sekarang informasi dah mudah didapet.. Tapi yaa harus cerdas.. Karena itu artinya smua informasi, yang baik maupun yang buruk bisa beredar dengan cepat.. Tinggal bagaimana kita memilahnya..

Doain yaa biar ad bisa memegang amanah untuk mendidik anaknya menjadi anak yang sholeh/sholehah.. Amiiin ;)

Mengolah String dengan Ruby

String di Ruby bisa diapit dengan tanda petik satu (’) ato petik dua (”).. Bedanya bisa dilihat dari contoh berikut.
Mis. buku = (10 + 20) * 2 / 3
Maka hasil dari string “Saya membawa #{buku} buah buku.” adalah Saya membawa 20 buah buku.
Dan hasil dari string ‘Saya membawa #{buku} buah buku.’ adalah Saya membawa #{buku} buah buku.
Nangkep kan bedanya?? *yg ga nangkep ngacung!!*

Di Ruby juga berlaku penambahan(+) dan perkalian(*) string.. Jadi “ruby “+”on “+”rails” = “ruby on rails”, “hi”*3 = “hihihi”.. Lebih jauh lagi, berikut contekan^^ perintah yang berhubungan dengan string..

Perintah Hasil Keterangan
“ruby”.capitalize Ruby Huruf pertama jadi kapital
“ruby”.upcase RUBY Semua huruf jadi kapital
“RUBY”.downcase ruby Semua huruf jadi huruf kecil
“RuBy”.swapcase rUbY Huruf gede jadi kecil, huruf kecil jadi gede
“ruby”.next rubz Huruf terakhir diganti huruf sesudahnya
“Ruby”.reverse ybuR Urutannya dibalik
“ruby”.length 4 Jumlah huruf

Perintah^^ di atas juga bisa dikombinasiin misalnya “ruby”.upcase.reverse.next hasilnya jadi YBUS

Pemahaman dasar Ruby on Rails

Ruby on Rails merupakan framework dengan bahasa pemrograman ruby yang terkenal Object Oriented bangeets.. Framework ini dikembangkan dengan mengadopsi metode MVC (Model View Controller). Inti dari metode ini adalah pemisahan code menjadi 3 layer, yaitu :

  • Model –> merupakan bagian yg berhubungan dengan data. Di sini tempat ditaro’ code^^ yg ngambil data ke database
  • View –> merupakan bagian untuk menampilkan data yang akan dilihat oleh user
  • Controller –> merupakan bagian yg mengatur bussiness logic dari program

Dengan pemisahan seperti ini coding jadi lebih rapi, lebih terstruktur, dan lebih enak jika dikembangkan oleh banyak programmer ato harus ganti programmer.

Selain itu Rails juga mengadopsi prinsip “Convention Over Configuration” yang menyebabkan kita harus mengikuti segala sesuatu yang telah menjadi konvensi Rails. Misalnya, Rails menentukan nama tabel di database haruslah kata benda jamak dari nama modelnya. Jadi kalo kita memiliki model Blog, maka kita harus memiliki tabel blogs di database *dalam bahasa inggris lho… bukan jadi blog-blog :P*. Tapi sebenernya bisa aja siy kalo kita ga mau ngikutin.. Cuma jadi lebih repot, harus melakukan konfigurasi secara manual untuk mapping dari model ke tablenya.. Lagian dah dikasih yg gampang ngapain juga milih yang repot :P